Selasa, 20 Januari 2015

STUDI KASUS MAHASISWA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS NEGERI MALANG YANG MEMPROGRAM SKRIPSI PADA SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2013/2014



ABSTRAK: Tulisan ini meninjau tentang faktor-faktor penyebab mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang memilih skripsi jenis penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan model studi kasus. Sumber data diperoleh dengan teknik purposive sampling yaitu mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang memilih skripsi jenis penelitian pada semester genap tahun akademik 2013/2014 dan proposal mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang menyebabkan mahasiswa memilih skripsi jenis penelitian, serta faktor penghambatnya.

Kata Kunci: Studi Kasus, Skripsi, Desain Komunikasi Visual.

Dalam buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah atau PPKI (Universitas Negeri Malang, 2010:2), skripsi di Jurusan Seni dan Desain bisa berupa hasil penelitian kuantitatif, hasil penelitian kualitatif, hasil kajian pustaka, hasil penelitian dan pengembangan, serta hasil penelitian tindakan kelas (PTK). Sedangkan pada buku Petunjuk Teknis Kegiatan Akademi Jurusan Seni dan Desain (Jurusan Seni dan Desain, 2011:4) sebagai suplemen PPKI Universitas Negeri Malang, skripsi dapat berbentuk hasil penelitian lapangan, hasil kerja pengembangan atau projek (hasil pengembangan produk, hasil perancangan desain, dan hasil penciptaan karya seni), dan hasil kajian pustaka.
Fenomena yang terjadi dalam pemilihan skripsi pada mahasiswa program studi Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang adalah, sebagian besar mahasiswa lebih memilih skripsi perancangan dibandingkan menulis skripsi penelitian. Padahal telah ada pemisahan antara pendidikan desain untuk pengembangan keilmuan (penelitian murni tentang desain) yang masuk di program Strata-1 hingga Strata-2, dan pengembangan keprofesian desain yang lebih aplikatif (perancangan) yang dikenal sebagai istilah Diploma-1 sampai Diploma-4. (Sumber: Paramita, Rahadian. 2004. Penelitian Dalam Desain Komunikasi Visual. (Online) diakses 23 januari 2014). Hal ini juga ditegaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi bagian ketiga mengenai jenis pendidikan tinggi di Indonesia, yaitu Pendidikan Akademik yang merupakan pendidikan tinggi sarjana yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan cabang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang kedua Pendidikan Vokasi merupakan pendidikan tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan, serta Pendidikan Profesi yang merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang menyiapkan mahasiswa dalam pekerjaan yang memerlukan persyaratan keahlian khusus.
Menurut data hasil penelitian yang berjudul “Pemetaan Kecenderungan Jenis Penelitian Skripsi Mahasiswa Jurusan Seni dan Desain 2011-2013” (Tjitjik dkk, 2013:19), diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa Desain Komunikasi Visual memilih skripsi perancangan dengan presentase 98%, dan 2% lainnya memilih skripsi penelitian. Hal ini menunjukkan sangat sedikitnya minat mahasiswa Desain Komunikasi Visual terhadap skripsi jenis penelitian. Sedangkan mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang menulis jenis skripsi penciptaan presentasenya 0%. Populasi yang diambil sebanyak 108 orang mahasiswa Desain Komunikasi Visual tahun 2011-2013 yang melaksanakan skripsi. Berdasarkan  Surat Keputusan Ketua Jurusan Seni dan Desain nomor: 0123/UN32.2.4.5KM/2014 tanggal 27 Januari 2014; 0202/UN32.2.4.5KM/2014 tanggal 2 Februari 2014; 0203/UN32.2.5.5/KM/2014 tanggal 3 Februari 2014; dan 0212/UN32.2.5.5/KM/2014 tanggal 17 Februari 2014 tentang nama mahasiswa yang menempuh matakuliah skripsi Jurusan Seni dan Desain FS UM pada semester genap tahun ajaran 2013/2014, diketahui bahwa dari 123 orang mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang menempuh skripsi, 97% mahasiswa memilih jenis skripsi perancangan dan 3% menulis skripsi jenis penelitian. 
Berangkat  dari fenomena yang terjadi di atas, diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang memilih skripsi perancangan. Namun dari banyaknya mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang memilih skripsi perancangan, ternyata masih ada yang memilih skripsi jenis penelitian. Fenomena ini tentu menarik untuk diketahui tentang faktor-faktor penyebab mahasiswa Desain Komunikasi Visual memilih jenis skripsi yang minoritas yaitu skripsi jenis penelitian pada program studi Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang. Sehingga penelitian dengan judul “Studi Kasus Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang yang Memprogram Skripsi pada Semester Genap Tahun Akademik 2013/2014”, diharapkan dapat menjadi masukan yang bermanfaat bagi perencanaan dan pengembangan program atau evaluasi pada program studi Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang

METODE
Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualititif (qualitative research) dengan model studi kasus yaitu penelitian yang mendalam dan mendetail tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan subjek penelitian. Pengambilan sumber data dalam penelitian ini  menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan) yaitu teknik pengambilan sampel subyek penelitian dengan pertimbangan tertentu. Peneliti  memilih narasumber yang dianggap mengetahui informasi atau masalah secara mendalam dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang valid, sebagai sumber data primer (utama) adalah mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang memilih skripsi jenis penelitian pada semester genap tahun akademik 2013/2014, sedangkan sumber data sekunder (pendukung) adalah proposal skripsi mahasiswa tersebut. 
Dalam penelitian kualitatif, peneliti bertindak sebagai instrumen atau alat penelitian (human instrument), berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih narasumber sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data, dan membuat kesimpulan atas temuannya. Peneliti  dalam penelitian kualitatif “the researcher is the key instrumen”,  merupakan instrumen kunci dalam penelitian kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua cara, yaitu wawancara dengan mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang memilih skripsi jenis penelitian pada semester genap tahun akademik 2013/2014 dan analisis dokumen proposal skripsi mahasiswa. Lokasi penelitian dilakukan di gedung E8 Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, jalan Semarang 5 Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah langkah-langkah seperti yang dikemukakan oleh Bungin (2003:70), yaitu teknik analisis data interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, sajian data, serta verifikasi dan penegasan kesimpulan. Setiap penelitian dituntut adanya uji keabsahan data, termasuk penelitian kualitatif. Pada penelitian ini pengesahan keabsahan data menggunakan cara perpanjangan pengamatan, triangulasi (sumber dan metode), menggunakan bahan referensi, dan member check.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil wawancara dan analisis dokumen ditemukan bahwa faktor internal yang menyebabkan mahasiswa Desain Komunikasi Visual memilih skripsi jenis penelitian pada semester genap tahun akademik 2013/2014 adalah: (1) keinginan Pribadi mahasiswa, (2) kemampuan mahasiswa, dan (3) motivasi mahasiswa.
 Keinginan Pribadi Mahasiswa
Rasa bosan yang timbul pada mahasiswa mengenai hal yang berkaitan dengan praktik atau perancangan membuat mahasiswa berkeinginan untuk mempelajari hal baru (skripsi jenis penelitian). Sebagaimana yang dijelaskan oleh Slameto (2003:56) bahwa jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian, maka timbullah kebosanan, sehingga tidak suka lagi belajar. Apabila setiap waktu mempelajari hal yang sama (perancangan) akan membuat mahasiswa jenuh dan memberi perhatian pada bahan pelajaran atau ilmu lain (penelitian atau teoritis) yang masih sedikit diperolehnya sehingga mendapatkan wawasan baru pula. Kebosanan itulah yang membuat mahasiswa tertarik untuk mencoba dan membuktikan bahwa mereka bisa berbeda dengan yang lain karena mengerjakan skripsi jenis penelitian. Mahasiswa mengharapkan dengan memilih skripsi jenis penelitian dapat menambah wawasan ilmu tentang materi-materi yang belum didapat pada bangku perkuliahan.
Perasaan kurang mampu dalam menghasilkan karya yang maksimal membuat mahasiswa tidak berminat memilih skripsi jenis perancangan sehingga menyebabkan mahasiswa memilih skripsi jenis penelitian. Hal ini dikarenakan mahasiswa tidak ingin mengambil resiko dengan mempersulit diri. Jadi mahasiswa dari awal memutuskan untuk mempelajari atau memberi perhatian pada skripsi jenis penelitian. Kecenderungan memperhatikan sesuatu dari awal hingga akhir dengan keinginan sendiri membuat mahasiswa merasa nyaman dan senang dalam menyelesaikan skripsinya. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Walgito (1981:38), minat adalah suatu keadaan dimana seseorang mempunyai perhatian terhadap sesuatu disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari maupun membuktikan lebih lanjut. Selanjutnya  Mustaqim dan Wahib (2000:64), menjelaskan bahwa keinginan atau kemauan memegang peranan yang penting di dalam belajar. Adanya kemauan dapat mendorong belajar dan sebaliknya tidak adanya kemauan dapat memperlemah belajar.
Kemampuan Mahasiswa
Diketahui bahwa kurangnya skill dalam perancangan menyebabkan mahasiswa lebih menyukai matakuliah teori sehingga kemampuan teoritis yang dimiliki mahasiswa berkembang pula. Hal ini menyebabkan munculnya minat mahasiswa dalam memilih skripsi jenis penelitian yang erat kaitannya dengan teori. Selanjutnya taraf penguasaan kemampuan mahasiswa dalam memahami matakuliah teori yang berkaitan dengan jenis skripsi dapat dilihat dari nilai akhir matakuliah tersebut. Secara umum diketahui bahwa taraf kemampuan mahasiswa cukup baik dalam menguasai matakuliah Metodologi Penelitian dan Proposal Penelitian secara umumnya. Terdapat narasumber yang mengulang matakuliah Metodologi Penelitian dikarenakan kurang memahami sajian dari matakuliah dan nilai akhirnya kurang memuaskan. Menurut Pedoman Pendidikan UM (Universitas Negeri malang, 2010:63), mahasiswa Program Sarjana dan Diploma yang telah mendapat nilai C untuk matakuliah diperkenankan memperbaiki nilai nilainya. Nilai akhir matakuliah yang dicantumkan ke dalam transkip adalah nilai yang terakhir.
Mahasiswa lebih banyak mendapatkan informasi tentang skripsi jenis penelitian dengan cara membaca buku  penunjang dan bimbingan yang dilakukan saat pengerjaan skripsi berlangsung. Hal ini dikarenakan saat perkuliahan matakuliah Metodologi Penelitian dan Proposal Penelitian, mahasiswa merasa informasi yang diberikan dosen pengampu masih kurang. Mahasiswa yang memilih skripsi jenis penelitian masih kurang memahami pengetahuan tentang skripsi jenis penelitian secara spesifik, sehingga  mahasiswa mempelajarinya melalui buku-buku tentang penelitian dan diskusi dengan dosen pembimbing skripsi.
Alasan mengapa pengetahuan tentang penelitian yang dimiliki mahasiswa Desain Komunikasi Visual masih kurang karena pada program studi ini lebih banyak matakuliah yang bersifat praktik atau aplikatif. Dosen pengampu sering memberi penugasan kepada mahasiswa untuk membuat karya berupa laporan tentang hasil perancangan agar mampu mempresentasikan dengan baik. Sedangkan format laporan tentu saja berbeda dengan skripsi. Seperti dijelaskan oleh Supriyadi (2013:7) tentang perbedaan skripsi dengan laporan penelitian adalah sebagai berikut.
Skripsi didefinisikan sebagai suatu karya tulis akademik hasil studi atau penelitian yang ditulis dan disusum secara sistematis berdasarkan metode ilmiah baik melalui penelitian induktif maupun penelitian deduktif yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai salah satu persyaratan akademik untuk memperoleh gelar strata satu (S-1) dalam pengawasan dosen selaku pembimbing (Supriyadi, 2013:7). Sedangkan dalam Pedoman Penulisan Karaya Ilmiah, laporan penelitian adalah karya tulis yang berisi paparan tentang proses dan hasil-hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan penelitian (Universitas Negeri Malang, 2010:6).

Penulisan laporan bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual merupakan laporan hasil perancangan karya yang hanya menjelaskan ide, proses, dan hasil perancangan. Sehingga mahasiswa belum terbiasa menulis laporan atau bahkan skripsi jenis penelitian yang tentunya memerlukan metodelogi penelitian dan kemampuan teoritis yang lebih.
 Motivasi Mahasiswa
Tujuan yang ingin dicapai oleh mahasiswa merupakan motivasi mahasiswa untuk menemukan jalan pencapaian tujuannya, salah satunya dengan  memilih skripsi jenis penelitian. Tidak menutup kemungkinan bahwa dengan memilih skripsi jenis perancangan, mahasiswa juga akan mendapatkan ilmu baru yang belum diperoleh dari perkuliahan. Namun mahasiswa yang memilih skripsi jenis penelitian dengan tujuan untuk menambah ilmu, mempunyai alasan tersendiri karena pada perkuliahan, materi yang diperoleh mahasiswa tidak maksimal sehingga mahasiswa beranggapan dengan memilih skripsi jenis penelitian akan membuat mereka belajar lebih dan memperoleh ilmu baru.
Selain keinginan untuk menambah wawasan, pemilihan skripsi jenis penelitian ini dikarenakan ingin melanjutkan studi pada jenjang yang lebih tinggi yaitu S2. Untuk menyelesaikan program Magister (S2), mahasiswa diharuskan membuat tesis untuk menyelesaikan program studinya. Menurut Hariwijaya dan Triton (2013:13), tesis merupakan karya ilmiah untuk memperoleh gelar Master (S2). Hal ini disampaikan pula dalam Penulisan Podoman Karya Ilmiah sebagai berikut.
“Dari aspek kuantitatif, secara literal dikatakan bahwa .... disertasi mencangkup bahasan yang lebih luas daripada tesis, dan tesis mencangkup bahasan yang lebih luas atau lebih dalam daripada skripsi” (Universitas Negeri Malang, 2010:3).

Sehingga mahasiswa yang memilih skripsi jenis penelitian mempunyai motivasi untuk melanjutkan pada jenjang S2 dan  tesis yang akan ditulisnya nanti dapat menggunakan  lanjutan dari skripsi yang sudah dibuat sebelumnya, dengan kata lain proses analisisnya lebih mendalam.
Seperti yang dikemukakan Purwanto (2000:103-104) motivasi merupakan pendorong bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. Tidak mungkin sesesorang mau berusaha mempelajari sesuatu dengan sebaik-baiknya, jika ia tidak mengetahui betapa pentingnya dan faedahnya hasil yang akan dicapai dari belajarnya itu sendiri.

Jadi mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang memilih skripsi jenis penelitian menggunakan motivasinya untuk mempelajari dan mengerjakan skripsi jenis penelitian dengan baik agar tercapai tujuan yang mereka inginkan. Meskipun kemampuan dalam penelitian kurang, mahasiswa berusaha mencari tahu dan mempelajari penelitian ini melalui membaca buku maupun bertanya pada yang memahami skripsi jenis penelitian tersebut.
Sedangkan faktor eksternal yang menyebabkan mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang sedang memprogram mata kuliah skripsi pada semester genap tahun akademik 2013/2014 dan memilih skripsi jenis penelitian adalah: (1) faktor keluarga, (2) faktor kampus atau lembaga, dan (3) faktor masyarakat (teman dan mass media)
 Faktor Keluarga
Keluarga memberikan kebebasan dalam memilih jenis skripsi pada mahasiswa, artinya mahasiswa memilih jenis skripsi berdasarkan kemauan dan kemampuan yang dimiliki dan peran keluarga adalah sebagai penyokong dana. Hal ini kurang sesuai dengan teori mengenai pengaruh keluarga dalam proses belajar mahasiswa termasuk dalam hal pemilihan jenis skripsi.
Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga, dan keadaan ekonomi keluarga (Slameto, 2003:60).

Mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang memilih skripsi jenis penelitian pada semester genap tahun akademik 2013/2014 menetukan pilihannya berdasarkan keinginan pribadi dan orang tua mereka menyerahkan kebebasan tersebut pada anaknya. Hal ini bisa terjadi karena keluarga menganggap bahasannya yang mengerti kemampuan mahasiswa sesuai dengan jenis skripsi mana adalah mahasiswa itu sendiri, sehingga keluarga memberikan kebebasan. Orangtua membantu memenuhi sarana prasana atau fasilitas yang diperlukan mahasiswa dalam pengerjaan skripsinya nanti. Hal ini sejalan dengan pendapat Purwanto sebagai berikut.
Meskipun pada umumnya motivasi intrinsik lebih kuat dan lebih baik daripada motivasi ekstrinsik, namun dengan mendiskusikan suatu pendapat dapat pula memperkuat motivasi yang baik pada diri mereka (Purwanto, 2000:81-82).

Sebenarnya tidak menutup kemungkinan meskipun mahasiswa jauh dari orang tua (kost) melakukan diskusi dengan keluarga karena dengan berdiskusi atau memberi kabar tentang perkembangan proses pengerjaan skripsi akan mendapatkan motivasi dari keluarga. Mendiskusikan dengan keluarga tentang keinginan maupun pendapat akan menambah dukungan motivasi dan pemberian saran-saran yang membangun dalam penyelesaian skripsi.
 Faktor Kampus atau Lembaga
Faktor kampus atau lembaga yang menyebabkan mahasiswa memilih skripsi jenis penelitian adalah permasalahan yang muncul di lingkungan kampus, metode mengajar dosen pengampu mata kuliah, dan sarana prasarana.

Menurut Slameto (2003:65), metode mengajar adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui di dalam mengajar. Mengajar itu sendiri menurut Ign. S. Ulih Bukit Karo Karo (dalam Slameto, 2003:65) adalah menyajikan bahan pelajaran oleh orang kepada orang lain (siswa) agar menerima, menguasai, dan mengembangkannya. Metode mengajar itu mempengaruhi belajar.

Cara dosen dalam menyampaikan materi pada matakuliah Metodologi Penelitian dan Proposal Penelitian cenderung membahas jenis skripsi yang ingin disampaikan oleh masing-masing dosen pengampu. Untuk dosen pengampu matakuliah Metodologi Penelitian dari DKV lebih cenderung memberikan materi mengenai skripsi jenis perancangan dan pengembangan. Sedangkan dosen pengampu Metodologi Penelitian dari Seni Rupa lebih cenderung membahas skripsi jenis penelitian karena memang program studinya adalah Pendidikan Seni Rupa. Dalam matakuliah Proposal Penelitian terdapat dosen yang masih cenderung pada skripsi jenis pengembangan namun ada pula yang telah menjelaskan ketiga jenis skripsi meskipun tidak secara spesifik.

Dalam Katalog Jurusan Seni dan Desain Edisi 2012, deskripsi matakuliah Metodologi Penelitian atau Metodologi Penelitian yaitu memahami pengetahuan tentang konsep dasar berbagai jenis penelitian, serta membentuk keterampilan menyusun komponen penelitian dan analisis data dalam berbagai pendekatan penelitian seni dan desain. Deskripsi matakuliah Proposal Penelitian atau Proposal Penelitian yaitu meningkatkan keterampilan merancang bentuk penelitian yang meliputi bentuk hasil penelitian lapangan atau hasil kerja pengembangan atau kajian pustaka yang diwujudkan dalam proposal atau desain operasional untuk persiapan penyusunan skripsi serta mempertanggungjawabkan dalam forum seminar terbatas (Jurusan Seni dan Desain, 2012:60-61).

Materi harus disampaikan secara jelas dan seimbang agar mahasiswa dapat mengerti dan memahami, tidak hanya sekedar mendengarkan dan menerima materi pada proses perkuliahan sehingga diluar perkuliahan mahasiswa sudah melupakannya. Mahasiswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungan dan tugas utama seorang dosen adalah menciptakan lingkungan tersebut untuk mendorong mahasiswa melakukan interaksi yang memberikan pengalaman dan pengetahuan belajar yang dibutuhkan.
Mahasiswa memilih skripsi jenis penelitian karena faktor bahan atau materi perkuliahan, dimana materi yang diberikan dosen pengampu dirasa kurang oleh mahasiswa menyebabkan mahasiswa ingin mempelajari materi tersebut dengan memilih skripsi jenis penelitian. Keputusan ini diambil oleh mahasiswa karena ketika sudah memilih skripsi jenis penelitian, mau tidak mau mahasiswa harus mempelajari materi terkait supaya mampu mengerjakan dengan baik.

Media pembelajaran mempunyai beberapa kelompok, yaitu (1) media hasil teknologi cetak, (2) teknologi audio-visual, (3) hasil teknologi yang berdasarkan komputer, (4) penggabungan teknologi cetak dan komputer (Arsyad, 2011:29).

Menurut Prastowo (2011:79) handout adalah bahan pembelajaran yang sangat ringkas. Bahan ajar ini bersumber dari beberapa literatur yang relevan terhadap kompetensi dasar dan materi pokok yang diajarkan kepada peserta didik. Bahan ajar ini diberikan kepada peserta didik guna memudahkan mereka saat mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian bahan ajar ini tentunya bukanlah sesuatu bahan ajar yang mahal, melainkan ekonomis dan praktis.

Selain mendapatkan materi dari dosen, mahasiswa seharusnya juga mendapatkan materi dari buku referensi atau handout dari dosen pengampu untuk mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan maupun teori.
Hal ini dikarenakan handout mempunyai fungsi-fungsi tertentu seperti yang diungkapkan oleh steffen dan peter ballstaedt dalam prastowo (2011:80) antara lain: (1) membantu peseta didik agar tidak perlu mencatat, (2) sebagai pendamping penjelasan pendidik, (3) sebagai bahan rujukan peserta didik, (4) memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar, (5) pengingat pokok-pokok materi yang diajarkan, dan (6) memberi umpan balik.
Handout memiliki fungsi yang sangat penting dalam pembelajaran. Fungsi-fungsi handout mengacu pada kemudahan mahasiswa untuk mendapatkan informasi saat mengikuti perkuliahan, sehingga tujuan perkuliahan atau pemahaman materi akan lebih mudah tercapai. Menurut pendapat beberapa mahasiswa Desain Komunikasi Visual, dosen pengampu lebih banyak menjelaskan materi didepan kelas. Ketika dosen pengampu menjelaskan materi, mahasiswa seharusnya  membuat catatan sendiri agar bisa mempelajarinya lagi. Dosen pengampu sudah menganjurkan mahasiswa untuk membeli buku penunjang di koperasi kampus. Membeli dan memiliki buku penunjang matakuliah akan besar manfaatnya untuk  menambah pengetahuan mahasiswa.
Berdasarkan uraian di atas kesimpulan yang bisa di dapat dari pernyataan mahasiswa Desain Komunikasi yang memilih skripsi jenis penelitian pada semester genap tahun akademik 2013/2014 mengenai faktor kampus atau lembaga tersebut tidak   menentukan  mahasiswa dalam memilih dan menggunakan skripsi jenis penelitian. Namun pada analisis dokumen proposal skripsi mahasiswa ditemukan bahwa permasalahan-permasalahan yang muncul di lingkungan kampus ikut menyebabkan mahasiswa dalam menentukan pilihannya pada skripsi jenis penelitian karena mahasiswa merasa tertarik pada suatu topik yang baru dan keinginan untuk membuktikan bahwa mereka mampu menyelesaikan jenis skripsi yang jarang diambil atau dipilih oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual.
 Faktor Masyarakat (teman dan mass media)
Teman sebaya atau sepermainan tidak banyak memberikan pengaruhnya karena keinginan memilih skripsi jenis penelitian sudah berasal dari diri mahasiswa sendiri. Hal ini berbeda dengan yang dikatakan oleh Slameto ( 2003:71) bahwa pengaruh-pengaruh dari teman bergaul lebih cepat masuk dalam jiwa siswa daripada yang kita duga. Teman sebaya mahasiswa yang memilih skripsi jenis penelitian adalah orang-orang yang banyak bergerak dibidang perancangan dan banyak yang memilih skripsi jenis perancangan. Mahasiswa memilih jenis penelitian berasal dari  faktor internal mahasiswa, bukan karena motivasi teman sebaya. Hal yang secara tidak langsung didapatkan mahasiswa adalah  ketika melakukan proses berdiskusi atau mendengarkan beberapa masukan mengenai skripsi dari teman, kemudian  mahasiswa dapat mempertimbangkan dan memastikan memilih skripsi jenis penelitian.  
Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap belajar siswa. Mass media adalah salah satu aspek yang termasuk pada faktor masyarakat. Mass media ikut memberikan pengaruh dalam proses belajar siswa. Yang termasuk dalam mass media adalah televisi, surat kabar, majalah, novel, buku-buku dan lain-lain. Semuanya itu beredar dalam masyarakat (Slameto, 2003:69-70).

Dari hasil analisis dokumen berupa proposal skripsi mahasiswa yang memilih skripsi jenis penelitian, tema atau latar belakang masalah yang diteliti mahasiswa diperoleh dari salah satu jenis mass media yang ada dalam masyarakat, yaitu televisi dan novel. Mahasiswa secara tidak sadar terpengaruh oleh adanya iklan televisi yang menarik untuk diteliti karena iklan memberikan pengaruh besar pada segmentasinya sehingga mahasiswa menulis skripsi jenis penelitian mengenai tema tersebut. Novel merupakan media komunikasi yang berciri khas berupa rangkaian tulisan panjang yang mayoritas pengarang atau penerbit menampilkan cuplikan isinya pada cover novel. Cover novel kebanyakan menggunakan ilustrasi untuk menggambarkan isi cerita. Hal ini yang menarik diteliti oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual, apalagi cover novel yang dijadikan sebagai sumber data merupakan cover novel yang banyak mendapatkan penghargaan, sehingga penelitian ini akan menarik untuk dibaca. Jadi kesimpulan yang bisa di dapat dari faktor masyarakat, bahwa teman sebaya dan mass media juga berperan dalam pemilihan jenis skripsi meskipun pengaruh tersebut tidak diduga oleh mahasiswa.
 Faktor Penghambat
Faktor penghambat yang dimaksud adalah dimana kurang sesuainya pemberian materi oleh dosen pengampu matakuliah dengan deskripsi matakuliah yang telah dituliskan pada katalog JSD, sehingga mahasiswa memiliki pengetahuan hanya pada jenis skripsi yang dominan disampaikan oleh dosen pengampu matakuliah tersebut saja. Namun hal inilah yang  mengakibatkan mahasiswa mencoba meneliti permasalahan yang ada di lingkungan sekitar (kampus dan mass media) untuk menambah pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu Desain Komunikasi Visual. Hal ini tentu berdampak baik pada mahasiswa karena akan mendapat dan memberikan tambahan ilmu baru untuk diri sendiri maupun mahasiswa lain.

SIMPULAN
Berdasarkan paparan data dan pembahasan mengenai studi kasus mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang yang memprogram skripsi pada semester genap tahun akademik 2013/2014 tentang faktor-faktor penyebab mahasiswa memilih skripsi jenis penelitian, dapat diambil kesimpulan dengan mengacu pada pokok-pokok bahasan dalam penelitian, yaitu (1) faktor Internal yang menyebabkan mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang memilih skripsi jenis penelitian pada semester genap tahun akademik 2013/2014 adalah faktor keinginan pribadi mahasiswa (faktor utama), faktor kemampuan mahasiswa, dan faktor motivasi berupa tujuan mahasiswa mengambil skripsi jenis penelitian. (2) faktor Eksternal yang menyebabkan mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang memilih skripsi jenis penelitian pada semester genap tahun akademik 2013/2014 adalah termotivasi dengan permasalahan di lingkungan kampus, pengaruh teman sebaya dan mass media. Namun pada pembahasan ini ditemukan pula adanya faktor penghambat dari faktor eksternal berupa materi yang diberikan oleh dosen pengampu matakuliah terkait kurang sesuai dengan deskripsi matakuliah.
            Maka saran-saran yang dapat dikemukakan untuk menyempurnakan penelitian ini adalah: (1) bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang Memilih Skripsi Jenis Penelitian pada Semester Genap Tahun Akademik 2013/2014, (2) bagi mahasiswa, (3) bagi Dosen Pengampu Matakuliah, (4) bagi Jurusan Seni dan Desain dan (5) bagi Universitas Negeri Malang.
Bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang Memilih Skripsi Jenis Penelitian pada Semester Genap Tahun Akademik 2013/2014 hendaknya tidak meremehkan skripsi jenis penelitian karena skripsi jenis penelitian sama rumitnya dengan skripsi jenis perancangan, lebih mengasah skill dalam bidang perancangan agar mampu bersaing di dunia kerja dimana skill diperlukan pula, lebih peka terhadap permasalahan yang ada di lingkungan sekitar dalam bidang desain sehingga akan makin banyak ilmu yang didapat dari hasil penelitiannya, diharapkan pula hasil penelitian mahasiswa dapat digunakan sebagai modal untuk terjun ke dunia kerja maupun melanjutkan studinya, dan mempublish hasil penelitiannya agar pembaca mendapatkan ilmu baru dalam bidang Desain Komunikasi Visual.
Bagi mahasiswa, skripsi studi kasus ini masih membahas mengenai  faktor-faktor penyebab mahasiswa memilih skripsi jenis penelitian saja, dikarenakan adanya pembatasan masalah atau ruang lingkup penelitian sehingga peneliti mengharapkan akan ada  mahasiswa yang bersedia melanjutkan untuk membuat skripsi yang pembahasannya lebih lengkap, salah satunya yaitu mencakup kasus dimana dosen pengampu matakuliah belum sepenuhnya memberikan materi sesuai dengan deskripsi matakuliah, mahasiswa yang akan menempuh atau memprogram matakuliah skripsi, sebaiknya lebih selektif dalam memilih jenis skripsi. Mahasiswa hendaknya lebih memahami  metodologi masing-masing jenis skripsi sehingga diharapkan pilihan jenis skripsinya nanti sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan hasil yang dicapai bisa maksimal, dan dengan skripsi ini mahasiswa hendaknya mampu mengintropeksi diri sehingga tidak secara penuh menyalahkan dosen pengampu yang tidak memberikan materi secara maksimal. Mahasiswa hendaknya proaktif mencari ilmu pengetahuan tentang skripsi jenis penelitian dan tidak hanya  menunggu dari dosen saja, salah satunya dengan rajin mencari buku-buku referensi untuk menunjang penelitian yang dilakukan.
Bagi Dosen Pengampu Matakuliah diharapkan dapat memberikan materi serta fasilitas pendukung, misalnya handout secara seimbang agar mahasiswa memperoleh tambahan wawasan pengetahuan yang lebih luas lagi untuk bisa memilih jenis skripsi yang diinginkan secara tepat dan memahami materi secara baik. Bagi Jurusan Seni dan Desain, skripsi ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan untuk perencanaan dan pengembangan program atau evaluasi di program pendidikan Desain Komunikasi Visual, serta bagi Universitas Negeri Malang, skripsi ini diharapkan dapat menambah perbendaharaan dokumentasi dan sebagai referensi serta topik skripsi mahasiswa di Universitas Negeri Malang, tidak hanya untuk mahasiswa Desain Komunikasi Visual di Jurusan Seni dan Desain saja melainkan juga untuk mahasiswa di semua Jurusan yang ada di Universitas Negeri Malang.


DAFTAR RUJUKAN
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Bungin, Burhan. 2003. Analisa Data Penelitan Kualitatif: Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasan Model Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. 2012. Katalog Jurusan Seni dan Desain. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang
Hariwijaya, M. & Triton. 2013. Pedoman Penulisan Ilmiah Skripsi dan Tesis. Yogyakarta: Platinum
Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra UM. 2011. Petunjuk Teknis Kegiatan Akademik jurusan Seni dan Desain. Malang: Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang
Ketua JSD. 2014. Keputusan Ketua Jurusan Seni dan Desain No. 0123/UN32.2.4.5KM/2014. Nama mahasiswa yang menempuh matakuliah skripsi Jurusan Seni dan Desain FS UM pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Malang: Jurusan Seni dan Desain
Ketua JSD. 2014. Keputusan Ketua Jurusan Seni dan Desain No. 0202/UN32.2.4.5KM/2014. Nama mahasiswa yang menempuh matakuliah skripsi Jurusan Seni dan Desain FS UM pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Malang: Jurusan Seni dan Desain
Ketua JSD. 2014. Keputusan Ketua Jurusan Seni dan Desain No. 0203/UN32.2.5.5/KM/2014. Nama mahasiswa yang menempuh matakuliah skripsi Jurusan Seni dan Desain FS UM pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Malang: Jurusan Seni dan Desain
Ketua JSD. 2014. Keputusan Ketua Jurusan Seni dan Desain No. 0212/UN32.2.5.5/KM/2014. Nama mahasiswa yang menempuh matakuliah skripsi Jurusan Seni dan Desain FS UM pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Malang: Jurusan Seni dan Desain
Mustaqim dan Wahib. 1991. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Paramita, Rahadian. Penelitian Dalam Desain (Komunikasi Visual). http://dkv-unpas.blogspot.com/2004/07/basic-vs-applied-research-in-graphic.html. (Online) diakses tanggal 23 Januari 2014
Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Meembuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: DIVA Press
Purwanto, Ngalim. 2000. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: PT Rineka Cipta
Supriyadi. 2013. Bahasa Indonesia Modul 8. Jakarta: Universitas Mercu Buana Jakarta
Tjitjik, dkk. 2013. Pemetaan Kecenderungan Jenis Penelitian Skripsi Mahasiswa Jurusan Seni dan Desain 2011-2013. Malang: Universitas Negeri Malang
Undang-Undang RI No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (Online), (http://sipuu.setkab.go.id/PUUdoc/17624/UU0122 012_Full.pdf) diakses tanggal  24 Januari 2014
Universitas Negeri Malang. 2010. Pedoman Pendidikan Universitas Negeri Malang edisi 2010. Malang: Universitas Negeri Malang
Universitas Negeri Malang. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang: Universitas Negeri Malang
Walgito, Bimo. 1981. Psikologi Umum. Yogyakarta: Penka Fakultas Psikologi UGM

Proposal skripsi mahasiswa narasumber

Kamis, 31 Oktober 2013

Iklan Layanan Masyarakat - Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun


Berdasarkan fakta-fakta yang menjelaskan betapa pentingnya cuci tangan pakai sabun bagi masyarakat agar keluarga sehat. Oleh karena itu pada tanggal 15 Oktober diperingatinya Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (Global Hand Washing Day) yang merupakan sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerja sama dengan organisasi-organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun sehingga mampu menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.
Ide utama dari konsep visual ILM ini yaitu jenga pistol atau pistol yang biasanya digunakan sebagai salah satu alat permainan. Pemilihan jenga pistol karena pistol merupakan salah satu senjata, dimana pistol merupakan perumpamaan dari sabun. Sabun dapat menjadi salah satu senjata untuk membunuh kuman yang akhirnya dibilas dengan air.

Rabu, 30 Oktober 2013


ini acara yang bakal di ada in sama anak anak DKV 2010 UM, salah satu poster yang dibuat waktu UTS si tapi acaranya beneran ada. Jadi DATANG YA :*
__13 dan 15 Desember 2013 di Graha Cakrawala UM__

"AKU"



ini beberapa avatar diri yang dibuat untuk menggambarkan secera simpel tetntang "AKU"

iki crito lucu

ada cerita dari cewek yang bisa dibilang cuek abis si kayaknya. ya entah berapa lama kenal sama cowok yang bisa dibilang gila, minimal agak malu maluin mungkin :D

seperti biasa awalnya saling nyapa via socmed gitu, ngomongin rumah lah dan apalah yang penting keliatan kayak akrab padahal si berharap akrab beneran *mungkin*

sampe akhirnya terjadi saling nge-ceng in, bukan saling tapi yang ngeceng in ya temen temennya lah, malahan ni si cowok ikut nanggepi. katanya lucu si liat muka si cewek yang agak malu gimana :3

ntah si cewek malu ato males ato gimana tiap ada si cowok dan temen temen ngumpul dia mlipir mlipir pergi ato pura pura gak denger tiap di ceng in.

not bad, saat itu si cowok cuek bebek mah ama cewek itu, sebel ada. di ceng in gitu aja sombong gak mau nanggepi toh cuma candaan kan ya.

____ kadang gila akan membuatmu senang____

daaaannnnn beberapa bulan berikutnya serta beberapa temen bilang ke cowok itu "jangan jangan kamu suka beneran ama tu cewek" - "lah mana mungkin juga gua nge ceng in tapi suka" pada akhirnya terjadilah kesengsem cowok itu pada cewek yang biasa di ceng in *ngakak

tapi di sama cerita si cewek malah suombong minta ampun, diem gak nganggap tu cowok, nolak diajak si cowok nonton dan ngomongin gebetan didepan cowok itu *krikkrikkrik

mualesno seng jelas :|

Senin, 31 Desember 2012

Happy New Year 2013

Welcome 2013,.,.,.,.


Happy new year.,., :)

Thanks buat taun 2012 yang udah ngasih cerita banget. Mulai yang mewek-mewek sampe ketawa gak da hentinya :v

Taun 2012 yang mengajariku banyak hal...membuka mataku tentang banyak hal pula...

Thanks buat seseorang yang udah sempat mampir dihari hariku.. dan thanks buanget buat temen temen yang udah mau nemenin ak dalam keadaan apapun #lebay

Thankz ya Hera Widayanti Ivone Rosa Amilia Lycoris Cosmic dan fia. Pokoknya makasih poLLL :v

:*

Oia maaf kalau keberadaanku terlalu sering membuat gak nyaman hahhahahhahah



Hmmmm Thanks buat Joni ma Rizal yang udah bantu ak,.,. kalian baik dech #oposeh

_____________________________________________________________________________________

Buat taun 2013.,.

Ya biarlah kita tetap baik baik aja ya teman...,

Biar kita gak galauan atau apalah

Saatnya bermain dan mendewasakan diri,., #eeeaa



SUKSES lah buat taun ini okey,.,.,. GOOD LUCK for ALL



LOVE YOU,.,., :******



>>01012013<<

 ________________________________

Minggu, 18 November 2012

Dance Again :)

17 November 2012

      Jogja #again,.,., ya,., kembali ke jogja untuk studi banding dan main lah tentunya. Awalnya pengen batalin buat berangkat tpi sama mama suuh tetep berangkat :) . Ok perjalanan awal sangat membosankan namun saat main di jogja, akhirnya ak bisa menari layaknya orang depresi ( kata temenq ) >>> padahal yo gk lebay :D

Ak menari karna itu hobi ak ri kecil.,., yang ak tunggu bisa nari bersama di Jogja ( pengamen jalanan malioboro) :) Malu sih tapi untuk beberapa menit ak buang karna ak inginkan ini ri kemarin kemarin,.,.

Thanks buat keramahan mereka yang menyambut dan mengajak ku menari bersama :*


#sayang dia tak melihatnya.,senyum lepas seperti yang kemarin :)


                                     >> saat nari bersama #alay omoganku hhehe